Menakar Ambisi
Ekonomi dan Kualitas
Lingkungan
Pertumbuhan ekonomi yang pesat dan pemusatan industri (aglomerasi) terbukti membawa dampak negatif terhadap kualitas lingkungan di Jawa Timur. Di wilayah dengan konsentrasi industri yang terlalu padat, tingkat pendapatan per kapita masyarakat justru berisiko menurun akibat efek kejenuhan (crowding effect) dan ketimpangan investasi. Meski demikian, analisis Kurva Kuznets Lingkungan (EKC) menunjukkan bahwa Jawa Timur masih memiliki peluang emas untuk menyelaraskan pertumbuhan ekonomi dengan perbaikan kualitas air dan tutupan lahan. Publikasi ini menginvestigasi dilema trade-off tersebut, sekaligus mendesak lahirnya kebijakan penataan ruang yang ketat dan pemerataan kawasan industri hijau yang berkelanjutan.
Bencana Alam dan Ketahanan Ekonomi Keluarga
Eskalasi bencana alam terbukti memberikan pukulan telak bagi stabilitas ekonomi rumah tangga di Indonesia. Di wilayah dengan ancaman ganda (banjir dan gempa), tingkat kemiskinan warga bahkan melonjak drastis hingga menyentuh 38,48 persen. Meski demikian, keluarga dengan pendidikan memadai yang didukung oleh kesiapsiagaan infrastruktur desa, seperti akses pasar dan peringatan dini terbukti memiliki ketahanan ekonomi yang tangguh. Publikasi ini menginvestigasi faktor-faktor penentu resiliensi tersebut, sekaligus mendesak lahirnya kebijakan mitigasi bencana yang lebih spesifik dan disesuaikan dengan profil risiko masing-masing desa.


