Kamu Sudah Green Living — Tapi Kamu Nggak Nyadar

Mungkin kalian pernah dan sering sekali waktu lagi scroll sosial media dan melihat ada sekumpulan orang yang membeli totebag, tumbler, bahkan sampai asmr isi kulkas real food dengan maksud memberitahukan bahwa hal tersebut adalah salah satu perilaku green living. Memang benar, tapi bukan menjadi patokan bahwa semua orang harus green living dengan melalukan hal tersebut. Alias ada banyak cara lain selain itu yang bisa merepresentasikan bahwa kamu sudah green living, salah satunya adalah dengan melakukan kegiatan-kegiatan di kehidupan sehari-hari yang pasti banyak dari kalian tidak menyadari bahwa hal tersebut adalah green living. Mari kita bedah sedikit apa saja sih perilaku kecil yang bisa dianggap sebagai green living?

3 kebiasaan sehari-hari yang diam-diam menyelamatkan bumi

Membungkus dengan daun pisang

Siapa di sini yang selalu membungkus makanan dengan daun pisang? Pasti banyak. Selain memberikan aroma daun yang harum, ternyata daun pisang jauh lebih ramah lingkungan dari pembungkus plastik, loh. Daun pisang 100% organik dan aman karena menurut Bio Based Press daun pisang terhindar dari bahan kimia dan masa terurainya hanya sekitar 1 – 3 bulan saja loh, berbeda dengan plastik yang sampai beratusan tahun. Jadi buat kalian yang seringa tau selalu membungkus makanan dengan daun pisang, kalian hebat karena telah berkontribusi menyelamatkan lingkungan dari penumpukan sampah yang membandel.

Sumber: Jawa Pos

Reuse kresek plastik berkali-kali

Walaupun belum semua orang menggunakan daun pisang dan masih menggunakan plastik, tapi tidak untuk ibu-ibu dan kalian yang suka ngumpulin plastik buat dipakai berkali-kali. Ternyata ini lumayan membantu, loh. Sering sekali kita mendengar bahwa ada orang yang suka menimbun dan mengumpulkan plastik untuk dipakai lagi saat berbelanja. Kedengarannya agak aneh karena pasti yang dibayangan kita adalah plastic yang kotor dan mungkin banyak orang tidak menyarankannya, namun sekarang sudah ada tenaga “mencuci” yang bisa nih menjadikan kresek menjadi bersih asal masih utuh dan tidak rusak. Menggunakannya berulang kali secara signifikan menghasilkan efek yang positif bagi lingkungan. Satu kantong yang dipakai 10 kali = 9 kantong yang tidak perlu ada.

Sumber: Jabar Today

Bawa Bekal dari Rumah

Pastinya ada dan banyak dari kalian yang suka banget membawa bekal dari rumah saat sekolah, kuliah atau bahkan kerja. Di tengah maraknya outlet makanan, café, restoran viral yang orang beramai-ramai makan di sana setiap hari saat break, ternyata kamu adalah orang yang setia membawa bekal. Selamat ya, ternyata kamu adalah seorang green living yang cukup berdampak pada lingkungan.

Coba bayangin. Setiap kali orang membeli makan di luar, hampir ada yang namanya setodan plastic, kertas box makan, styrofoam dan sendok plastic yang di mana orang-orang akan langsung membuangnya. Kalau dipikir-pikir, itu memang praktis, namun ternyata menghasilkan banyak timbunan sampah yang cukup besar karena bahannya sulit terurai. Sebaliknya, jika masak sendiri diwadain kotak bekal yang bisa dipakai berkali-kali, itu sudah bisa memutus rantai sampah kemasan dan mengurangi penimbunan. Keren, kan? Lebih kerennya, kadang orang-orang melakukan hal tersebut untuk berhemat, dan menjaga kesehatan badan karena  hanya kita yang tau apa  yang  terbaik untuk tubuh kita makan.

Sumber: Kompasiana.com

Cuci Manual dan Jemur di Bawah Sinar Matahari

Selama ini kamu mungkin ngerasa cuci baju manual itu ribet dan jadul. Padahal? Justru itu salah satu kebiasaan paling ramah lingkungan yang bisa dilakukan sehari-hari.

Fun fact: Di negara-negara beriklim dingin, mesin cuci + mesin pengering hampir nyala tiap hari. Mesin cuci aja butuh 250 – 300 watt per siklus, belum mesin pengeringnya yang bisa tembus 2.000 – 3.000 watt sekali pakai.

Sementara kamu cuci pakai tangan? 0 watt. Jemur pakai matahari? 0 watt. Hemat ribuan watt setiap kali cuci baju.

Dan bonusnya menjemur secara alami nggak menghasilkan emisi karbon sama sekali, beda sama mesin pengering yang lumayan nyumbang gas rumah kaca.

Jadi tanpa sadar, kebiasaan “biasa aja” yang udah kamu lakuin dari dulu itu ternyata adalah bentuk energy conservation paling konsisten tanpa beli produk khusus, tanpa niat ekstra. Kamu udah melakukannya duluan!

Sumber: Fitinline

Jadi, setelah semua yang sudah kita bahas tadi, ternyata green living itu nggak selalu soal tumbler estetik atau totebag yang kamu beli di market. Kadang, green living itu ya daun pisang di warung sebelah rumah. Kresek lusuh yang dilipat rapi di laci dapur. Kotak bekal yang dibawa tiap hari. Tali jemuran di bawah terik matahari. Hal-hal yang sudah kamu lakukan jauh sebelum green living jadi tren di sosial media. Jadi mungkin, kamu nggak perlu jadi orang yang paling sadar lingkungan karena ternyata kamu sudah melakukannya dari dulu, tanpa banyak gaya.

Penulis: Yuro Ida Tri Murti, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung